Loading...

Rabu, 08 Februari 2012

Contoh susunan tata cara pembuatan laporan hasil praktikum tanah 2012


LAPORAN PRAKTIKUM IDENTIFIKASI PROFIL DAN PENGUKURAN PH TANAH
DI DESA RANDUAGUNG KECAMATAN KLAKAH KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2006










Oleh :
DONY KURNIAWAN
044274030





JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2006





KATA PENGANTAR



Yang pertama kami ucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas terselesaikanya laporan praktikum identifikasi tanah ini, sehingga dapat kami jilid dan kami sajikan guna memenuhi tugas mata kuliah praktikum geografi tanah. Juga kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang baik secara langsung ataupun tidak langsung telah membantu terselesaikanya laporan ini. Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen pengampu yang telah sangat membantu dan mengarahkan kami dalam penyusunan laporan praktikum ini.
Laporan ini kami buat berdasarkan data-data yang telah kami peroleh dilapangan, setelah melakukan penelitian dan percobaan di daerah Klakah kabupaten Lumajang Jawa Timur. Data-data yang kami peroleh kemudian kami olah sehingga mudah dalam pemahamanya. Penelitian kami laksanakan dengan menggunakan beberapa peralatan sederhana yang telah kami siapkan untuk membantu dalam proses identifikasi profil dan pengukuran Ph tanah. Selain itu kami juga memilih lokasi penelitian yang baik sehingga dapat memudahkan dalam proses identifikasi profil tanah.
Dengan terselesaikanya laporan praktikum ini kami berharap dapat bermanfaat untuk kita semua. Dan semoga dengan laporan pratikum ini kami dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami mengenai profil, tesktur, sifat-sifat fisik, dan kadar kandungan Ph tanah. Dan besar harapan kami selaku penyusun atas sumbangan semua pihak atas saran dan kritiknya sehingga dapat menyempurnakan lagi laporan praktikum ini. Terima kasih.

                                                                                    Surabaya, 07 Maret 2006



Penyusun















DAFTAR ISI


JUDUL .......................................................................................................................   i
KATA PENGANTAR ...............................................................................................  ii
DAFTAR ISI .............................................................................................................  iii

BAB I
KONDISI GEOGRAFIS ...........................................................................................  1

BAB II
KAJIAN PUSTAKA .................................................................................................  2
     1. Definisi tanah.....................................................................................................   2
     2. Profil tanah.........................................................................................................  2
     3. Sifat fisik tanah..................................................................................................   3
a)      Warna .......................................................................................................   4
b)      Tesktur ......................................................................................................  4
c)      Struktur .....................................................................................................  5
d)     Konsistensi ...............................................................................................   6
     4. Ph tanah ............................................................................................................   7
     5. Alat dan bahan ..................................................................................................   8

BAB III
IDENTIFIKASI PROFIL TANAH ..........................................................................  9
     1. Pengamatan profil tanah ..................................................................................  10
     2. Identifikasi sifat fisik tanah .............................................................................  11
a)      Warna ......................................................................................................  12
b)      Tesktur ....................................................................................................  13
c)      Struktur ...................................................................................................  14
d)     Konsistensi .............................................................................................   15
     3. Pengukuran Ph tanah .......................................................................................  16

BAB IV
HASIL PRAKTIKUM LAPANGAN ...................................................................... 17
     1. Hasil identifikasi profil tanah .........................................................................   17
     2. Hasil pengukuran Ph tanah .............................................................................   18

BAB V
     1. Kesimpulan......................................................................................................   19
     2. Daftar pustaka..................................................................................................  20
     3. Lampiran..........................................................................................................   21














BAB I

KONDISI GEOGRAFIS


Pada daerah yang kami teliti letaknya di daerah dataran yang berbukit. Yang terletak di desa Randuagung kecamatan Klakah kabupaten Lumajang Jawa Timur. Wilayah tersebut terletak di sebelah barat kota Lumajang menuju ke daerah lereng pegunungan Batok. Secara geografis letaknya berada pada daerah perbukitan atau lereng yang landai yang telah mengalami banyak perubahan yang dikarenakan faktor-faktor alam yang sangat mempengaruhi pembentukan tanah di daerah tersebut. Faktor yang dominan yang mempengaruhi pembentukan tanah didaerah tersebut adalah dari aktifitas vulkanik, sehingga banyak lapisan tanah di dominasi oleh batuan yang berasal dari aktifitas vulkanik.
Selain itu di daerah tersebut juga telah terjadi banyak akifitas tenaga geologi baik tenaga endogen ataupun tenaga eksogen, sehingga bentuk permukaan tanah tidak lagi rata dan menjadi bergelombang atau berbukit walaupun tidak begitu tinggi sehingga dapat didefinisikan sebagai dataran yang bergelombang. Karena faktor tenaga geologi tersebut maka lapisan tanah pun menjadi terpengaruh. Hal yang pertama lapisan tanah tidak rata dan tidak membentuk garis lurus karena terpotong oleh pergerakan massa atau longsor sehingga bentuk profil tanah menjadi sangat berfariasi. Yang kedua karena faktor tenaga endogen banyak perlapisan yang terangkat sehingga menyebabkan longsor tersebut.

















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1.      Definisi tanah
a.      Pendekatan Geologi (Akhir Abad XIX)
Tanah: adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus)..
b.      Pendekatan Pedologi (Dokuchaev 1870)
Pendekatan Ilmu Tanah sebagai Ilmu Pengetahuan Alam Murni. Kata Pedo = gumpal tanah. Tanah: adalah bahan padat yang (mineral atau organik) unconsolidated yang terletak dipermukaan bumi, yang telah dan sedang serta terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor bahan induk, iklim, organisme, topografi, dan waktu.
c.       Pendekatan Edaphologis (Jones dari Cornel University Inggris)
Kata Edaphos = bahan tanah subur. Tanah adalah media tumbuh tanaman.

2.      Profil tanah
      Profil tanah adalah penampang tegak lurus/vertikal tanah yang menunjukkan lapisan-lapisan tanah atau horizon. Horizon tanah adalah lapisan-lapisan yang kurang lebih seragam di dalam profil, batas antar horizon yang bertetangga sejajar atau hampir sejajar dengan permukaan tanah. Pengenalan awal horizon dapat dilakukan secara visual dengan membedakan perubahan yang terjadi dari horizon satu dengan yang lain. Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki horison-horison sbb:
Gambar 1 :
Keterangan :
·         Solum Tanah terdiri dari: O – A – B
·         Lapisan Tanah Atas meliputi: O – A
·         Lapisan Tanah Bawah : B – C – R
(O –A – B – C – R)
3.      Sifat fisik tanah
a)      Warna
Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun tanah. Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total campuran warna yang dipantulkan permukaan tanah. Berdasarkan Munsell Soil Color Chart,yang berupa buku yang berupa diagram warna baku yang tersusun atas 3 variabel yaitu:
1.      Hue
Hue adalah warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
2.      Value
Value menunjukkan gelap terangnya warna, sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan.
3.      Chroma
Chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna lainnya.

Gambar 2 :



b)      Tesktur
Tekstur tanah di lapangan dapat dibedakan dengan cara manual yaitu dengan memijit tanah basah di antara jari jempol dengan jari telunjuk, sambil dirasakan halus kasarnya yang meliputi rasa keberadaan butir-butir pasir, debu dan liat, dengan cara sebagai berikut:
·         Pasir : apabila rasa kasar terasa sangat jelas, tidak melekat, dan tidak dapat dibentuk bola dan gulungan.
·         Pasir berlempung : apabila rasa kasar terasa jelas, sedikit sekali melekat, dan dapat dibentuk bola tetapi mudah sekali hancur.
·         Lempung berpasir : apabila rasa kasar agak jelas, agak melekat, dan dapat dibuat bola tetapi mudah hancur.
·         Lempung : apabila tidak terasa kasar dan tidak licin, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan dapat sedikit dibuat gulungan dengan permukaan mengkilat.
·         Lempung berdebu : apabila terasa licin, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan gulungan dengan permukaan mengkilat.
·         Debu : apabila terasa licin sekali, agak melekat, dapat dibentuk bola teguh, dan dapat digulung dengan permukaan mengkilat.
·         Lempung berliat : apabila terasa agak licin, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan dapat dibentuk gulungan yang agak mudah hancur.
·         Lempung liat berpasir : apabila terasa halus dengan sedikit bagian agak kasar, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan dapat dibentuk gulungan mudah hancur.
·         Lempung liat berdebu : apabila terasa halus, terasa agak licin, melekat, dan dapat dibentuk bola teguh, serta dapat dibentuk gulungan dengan permukaan mengkilat.
·         Liat berpasir : apabila terasa halus, berat tetapi sedikit kasar, melekat, dapat dibentuk bola teguh, dan mudah dibuat gulungan.
·         Berdebu : apabila terasa halus, berat, agak licin, sangat lekat, dapat dibentuk bola teguh, dan mudah dibuat gulungan.
·         Liat : apabila terasa berat dan halus, sangat lekat, dapat dibentuk bola dengan baik, dan mudah dibuat gulungan.

Gambar 3 :


Gambar 4 :



c)      Struktur
Struktur tanah dikelompokkan dalam 6 bentuk yaitu :
·         Granular, yaitu struktur tanah yang berbentuk granul, bulat dan porous, struktur ini terdapat pada horison A.
·         Gumpal (blocky), yaitu struktur tanah yang berbentuk gumpal membuat dan gumpal bersudut, bentuknya menyerupai kubus dengan sudut-sudut membulat untuk gumpal membulat dan bersudut tajam untuk gumpal bersudut, dengan sumbu horisontal setara dengan sumbu vertikal, struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim basah.
·         Prisma (prismatik), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya rata, struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering.
·         Tiang (columnar), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya membulot, struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering.
·         Lempeng (platy), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih kecil daripada sumbu horizontal, struktur ini ditemukan di horison A2 atau pada lapisan padas liat.
·         Remah (single grain), yaitu struktur tanah dengan bentuk bulat dan sangat porous, struktur ini terdapat pada horizon A.
Gambar 5 :

d)     Konsistensi
Konsistensi tanah adalah tingkat kerekatan antar partikel-partikel tanah dalam keadaan tertentu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor alam. Konsistensi tanah dapat dibedakan antara lain :
1.      Konsistensi basah
• tidak lekat
• agak lekat
• lekat sangat
• lekat
2.      Konsistensi lembab
• Lepas-lepas
• Sangat gembur
• Gembur
• Teguh
• Sangat teguh
• Luar biasa teguh
3.      Konsistensi kering
• Lepas-lepas
• Lunak
• Agak keras
• Keras
• Sangat keras
• Luar biasa keras
                   Gambar 6 :                                                     Gambar 7 :
                     
                                                                            Gambar 8 :
                                                    

      
4.      Ph tanah
pH adalah tingakat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 – 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7. Biasanya jika pH tanah semakin tinggi maka unsur hara akan semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada dalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja (cenderung netral). Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0. Sebagai contoh kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup. Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.
       Gambar 9 :
      

5.      Alat dan bahan
A.     Peralatan
Pengamatan profil tanah di lapangan memerlukan beberapa alat dan bahan demi kelancaran pengamatan kami menggunakan peralatan dan bahan yang meliputi :
·         Cangkul, garpu tanah, linggis, dan sekop untuk menggali lubang penampang/profil tanah dengan membuat sisi penampang tegak lurus ke bawah berukuran panjang X lebar = 1,0 X 2,0 m dan kedalaman 1,5-2,0 m atau tergantung dari penampang kontrol kedalaman dari masing-masing ordo tanah.
Gambar 10 :
·         Meteran duigunakan untuk mengukur ketebalan dan batas lapisan antar horison selain itu digunakan untuk mengukur ketebalan horizon, juga untuk pengambilan dokumentasi agar angka-angka kedalamannya terlihat jelas.
Gambar 11 :
·         Pisau untuk menarik garis atau menandai batas lapisan, perbedaan warna, mengambil gumpalan tanah untuk melihat struktur, tekstur; gumpalan bahan kasar dan mengambil contoh tanah.
Gambar 12 :
·         Botol semprot berisi air, untuk membasahi tanah yang akan ditentukan kelas tekstur dan konsistensi tanahnya secara manual di lapangan serta warna tanah.
Gambar 13 :
·         Kamera digunakan untuk dokumentasi dari profil tanah.
Gambar 14 :

B.     Bahan
·         Air bersih (dalam botol plastik) untuk membasahi massa tanah guna penetapan tekstur dan konsistensi dalam keadaan lembap dan basah, dan untuk melembapkan penampang tanah jika terlalu kering.
Gambar 15 :
·         Kantong plastik untuk tempat contoh tanah.
Gambar 16 :
·         Kertas label untuk memberi tanda/kode pada contoh tanah yang ditempatkan di dalam dan luar kantong plastik.
Gambar 17 :
·         Tabel penampang tanah dalam format data untuk mencatat semua gejala dan ciri morfologi tanah secara sistematis dari penampang tanah dan lingkungan sekitarnya.
Gambar 18 :
No.
Horizon
Ciri-ciri morfologi
1.
O

2.
A

3.
B

4.
C

5.
R


·         Kertas pH meter (lakmus) digunakan sebagai parameter pengukuran derajat keasaman tanah.
Gambar 19 :




BAB III

IDENTIFIKASI PROFIL TANAH


A.    Pengamatan profil tanah
Langkah-langkah pengamatan profil tanah :
1.      Pengambilan contoh tanah
       Pengambilan contoh tanah merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam penelitian tanah khususnya dalam kegiatan survei dan pemetaan tanah. Contoh tanah yang diambil menjadi sample atau mewakili (representiative) satuan-satuan tanah. Contoh tanah merupakan refleksi dari satu titik pengamatan yang diwakili hanya dengan beberapa kilogram tanah. Selanjutnya tanah yang hanya beberapa kilogram dari contoh tersebut dianggap mewakili wilayah yang luas hingga puluhan hektar atau km2.
Gambar 21 :

2.      Memberikan batas antar horizon
        Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pengelompokan horizon tanah sehingga mempermudah dalam mempelajari setiap horizon tanah. Setiap horizon tanah yang diteliti akan dicatat dalam tabel hasil penelitian.
Gambar 21 :

3.      Mengukur profil tanah
Pengukuran dilakukan dari atas sampai kebawah dam dicatat hasilnya tiap horison sehingga kita tau ketebalan tiap-tiap horizon tanah.
                  Gambar 22 :
                  http://3.bp.blogspot.com/_TXN3WspIk80/TQYC3_-alyI/AAAAAAAAAJk/Ocf8NU_yUWg/s320/soil.JPG
4.      Membedakan antara horizon tanah
Untuk membedakan tiap horizon tanah tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri tiap horizon tanah sehingga kita dapat menentukan termasuk horizon apa pada lapisan tersebut. Kita dapat membedakan dari warna dan tesktur tiap-tiap lapisan tanah.
                Gambar 22 :
               

B.     Identifikasi sifat fisik tanah
Adapun sifat fisik tanah yang perlu diidentifikasi yaitu :
1.      Warna
Langkah-langkah :
·         Mengamati warna tanah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung sehingga kejelasan warna dapat dilihat
·         Menentukan warna tanah pada tiap-tiap horizon
·         Mengambil contoh tanah lembab (jika mungkin kering dan lembab)
·         tanah yang digunakan tidak mengkilap (kecuali pada warna bidang struktur). Untuk tujuan khusus, perlu ditambahkan warna tanah setelah dihancurkan atau diremas

2.      Tekstur
Langkah-langkah :
·         Mengambil sampel tanah dari tiap-tiap horizon
·         Menekan contoh tanah tersebut dengan jari telujuk dan jempol
·         Kemudian merasakan tesktur tanah tersebut halus kasar atau butir jadi kita dapat menentukan tesktur tanah tersebut ternasuk pasir, liat atau debu
·         Mengamati contoh tanah tersebut dalam keadaan basah dengan cara membasahi contoh tanah
·         Kita menekan contoh tanah tersebut dan mengamati pada waktu contoh tanah basah
·         Kita juga dapat mengunakan tabel dalam menetukan tesktur tanah

3.      Struktur
Langkah-langkah :
·         Menyiapkan contoh tanah yang diamati
·         Menyiapkan materi jenis-jenis struktur tanah untuk memudahkan dalam menentukan struktur tanah
·         Kita liat tanah tiap-tiap horizon tanah dan kemudian membedakan bentuk-bentuk struktur tanah tersebut
·         Mencatat hasil identifikasi kedalan tabel yang sudah disiapkan

4.      Konsistensi
Langkah-langkah :
·         Mengambil contoh tanah dari tiap horizon tanah
·         Mengamati contoh tanah tersebut
·         Membasahi tanah tersebut agar mudah dibentuk
·         Membentuh tanah tersebut menjadi lilitan bulat panjang
·         Mengamati lagi konsisitensi atau kemampuan tanah tersebut untuk dibentuk lilitan

C.    Pengukuran kadar ph (derajat keasaman) tanah
Langkah-langkah :
·         Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,
·         Masukkan dalam gelas aqua
·         Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
·         Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
·         Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
·         Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
·         Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
·         Kita akan segera tahu pH tanah kita berapa.



































BAB IV

HASIL PRAKTIKUM LAPANGAN


A.    Hasil identifikasi profil tanah
1.      Profil tanah
           Berdasarkan penelitian yang kami lakukan pada profil tanah di daerah Randu Agung kecamatan Klakah kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan ketinggian profil tanah 4,5 meter. Terdapat banyak horizon karena telah terjadi banyak aktifitas vulkanik horizon tanah berulang. Dan kami mengunakan sedikit contoh lokasi untuk penelitian kami karena terlalu banyak variasi yang terdapat pada lokasi yang pada dasarnya secara tesktur dan struktur sama tetapi tiap lokasi mempunyai susunan profil dan horizon yang berbeda-beda karena aktifitas vulkanik ataupun aktifitas pergerakan massa.
           Berdasarkan lokasi tersebut kami maka dapat kami laporakan sebagai berikut :
·         Ketingian lokasi 4,5 meter
Dokumentasi :

·         Tanah didominasi oleh pasir, batu kerikil dan tanah liat
Dokumentasi :




·         Secara umum tanah berwarna cokelat merah
Dokumentasi :


·         Jumlah horison 19 dengan susunan berulang
Dokumentasi :

·         Aktifitas yang paling mempengaruhi pembentukan tanah adalah aktifitas vulkanisme
Dokumentasi :

·         Topografi lokasi praktikum di daerah dataran yang berbukit landai
Dokumentasi :


2.      Horizon tanah
Berdasarkan praktikum penelitian yang kami lakukan dapat kami uraikan sebagai berikut :
1.      Lapisan yang pertama
         Terdapat 5 horison tanah yang secara umum bertesktur lempung berpasir dan ada batuan mulai yang berukuran kerikil sampai berukuran besar. Lapisan yang pertama ini adalah lapisan yang paling atas sehingga masih mempunyai lapisan horizon O atau bisa disebut horizon organik. Ketebalan lapisan ini sekitar 170 cm. Keadan tanah relatif basah karena terletak di lapisan yang paling atas. Dan dari lapisan ini dapat diuraikan sebagai berikut :
A.     Horizon O
ü  Ketebalan horizon ini sekitar 20 cm
ü  Warna hitam mengandung banyak humus
ü  Tesktur lempung berpasir
ü  Struktur granular
ü  Konsistensi

B.     Horizon A
ü  Ketebalan sekitar 60 cm
ü  Tesktur lempung berpasir
ü  Struktur granular
ü  Konsistensi tanah basah lekat

C.     Horizon B
ü  Ketebalan sekitar 40 cm
ü  Warna tanah hitam kekuningan tetapi didominasi warna hitam
ü  Terdapat bebatuan dan kerikil
ü  Tesktur lempung berpasir
ü  Struktur tanah granular
ü  Konsistensi tanah basah lekat

D.    Horizon C
ü  Ketebalan 30 cm
ü  Warna cokelat agak putih
ü  Tesktur lemoung berpasir
ü  Struktur bloky
ü  Konsistensi tanah lembab teguh

E.     Horizon R
ü  Ketebalan 20 cm
ü  Warna cokelat kuning
ü  Tesktur lempung berpasir
ü  Konsistensi tanah lembab lepas-lepas

2.      Lapisan yang kedua
A.     Horizon A
ü  Ketebalan 20 cm
ü  Warna putih cokelat
ü  Struktur remah
ü  Konsistensi tanah lembab lepas-lepas
ü  Konsistensi tanah basah lekat

B.     Horizon B
ü  Ketebalan 30 cm
ü  Warna hitam putih
ü  Tesktur pasir berkrikil
ü  Struktur remah
ü  Konsistensi tanah sangat gembur

C.     Horizon C
ü  Ketebalan 10 cm
ü  Warna hitam cokelat
ü  Tesktur pasir berdebu
ü  Struktur
ü  Konsistensi tanah lembab gembur

D.    Horizon R
ü  Ketebalan 20 cm
ü  Warna hitam agak keputihan
ü  Tesktur pasir berdebu
ü  Konsistensi tanah lembab teguh
ü  Konsistensi tanah lembab teguh
3.      Lapisan yang ketiga
A.     Horizon A
ü  Ketebalan 10 cm
ü  Warna putih cokelat
ü  Tesktur debu berpasir
ü  Struktur granular
ü  Konsistensi tanah lembab teguh

B.     Horizon B
ü  Ketebalan sekitar 20 cm
ü  Warna cokelat
ü  Tesktur debu
ü  Struktur columnar
ü  Konsistensi tanah sangat teguh

C.     Horizon C
ü  Ketebalan sekitar 10 cm
ü  Warna hijau kekuningan
ü  Tesktur debu berliat
ü  Struktur bloky
ü  Konsistensi tanah sangat teguh

D.    Horizon R
ü  Ketebalan sekitar 10 cm
ü  Warna hitam cokelat
ü  Tesktur liat berdebu
ü  Konsistensi tanah lembab gembur

4.      Lapisan yang keempat
A.     Horizon A
ü  Ketebalan sekitar 50 cm
ü  Warna putih hitam
ü  Tesktur debu
ü  Struktur bloky
ü  Konsistensi tanah lembab teguh


B.     Horizon B
ü  Ketebalan sekitar 40 cm
ü  Warna hitam agak putih
ü  Tesktur liat berpasir
ü  Struktur columner
ü  Konsistensi tanah lembab teguh

C.     Horizon C
ü  Ketebalan sekitar 20 cm
ü  Warna cokelat tua
ü  Tesktur liat berdebu
ü  Struktur bloky
ü  Konsistensi tanah basah lekat

D.    Horizon R
ü  Ketebalan sekitar 20 cm
ü  Warna hitam kecokelatan
ü  Tesktur liat
ü  Konsistensi tanah basah lekat

5.      Lapisan yang kelima
A.     Horizon A
ü  Ketebalan sekitar 30 cm
ü  Warna putih agak kecokelatan
ü  Struktur lempeng
ü  Konsistensi tanah basah lekat

B.     Horizon B
ü  Ketebalan sekitar 20 cm
ü  Warna cokelat
ü  Tesktur liat berdebu
ü  Struktur columner
ü  Konsistensi tanah basah lekat

B.     Hasil pengukuran pH (derajat keasaman) tanah
Pengukuran pH tanah bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan kertas lakmus, pH indikator dan pH meter. Pengukuran yang paling akurat adalah menggunakan pH meter, namun sayang alat tersebut sangatlah mahal sehingga kurang terjangkau bagi kita para petani kecil. Oleh karena itu kita hanya akan membahas cara menggunakan kertas lakmus atau pH indikator yang harganya sangat terjangkau.
Langkah kerja :
A.     Alat dan Bahan:
1.      Kertas lakmus atau pH indikator
2.      Air aqua
3.      Gelas aqua
4.      Sendok teh
5.      Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita)
B.     Cara pengukuran :
1.      Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,
2.      Masukkan dalam gelas aqua
3.      Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
4.      Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
5.      Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
6.      Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
7.      Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
8.      Kita akan segera tahu pH tanah kita berapa.











Dokumentasi :
Gambar 23 :
             











BAB IV

KESIMPULAN


A.     Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari penelitian dan percobaan yang telah dilakukan maka dapat kami simpulkan beberapa hal yang menjadi inti pokok dalam laporan praktikum identifikasi profil tanah yaitu :
1.      Pembentukan tanah dilokasi penelitian dipengaruhi oleh faktor topografi, waktu, iklim dan aktifitas manusia.
2.      Faktor yang berpengaruh dalam pembentukan struktur dan tesktur tanah di daerah tersebut adalah vulkanik dan pergerakan massa.
3.      Tanah didominasi oleh pasir, batu kerikil dan tanah liat.
4.      Secara umum tanah berwarna cokelat merah.
5.      Topografi di daerah dataran yang berbukit landai.
6.      Lapisan horison berulang karena faktor vulkanik.
7.      Lapisan horison tidak teratur karena terjadinya pergerakan massa
8.      Tingkatan pH tanah di daerah praktikum adalah 7 hal ini menunjukkan bahwa tanah masih normal untuk kadar keasamannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar